Hollaaa. Sedikit meluangkan waktu atau lebih tepatnya
mencuri waktu diselang mengerjakan tugas akhir, karena sesungguhnya menulis
juga obat penghibur dan menghilangkan penat sih, bagiku. Hehe
Sebenarnya ini saat dimana mood lagi gak oke, hanya karena
satu hal penyebab, satu hal yang masih tersimpan rapat, dan satu hal yang
membuat otak penuh dengan pertanyaan dan sedikit rasa kecewa, 5 menit lalu aku
baru aja demot.
Lalu 5 menit kemudian, tepatnya saat aku menuliskan ini, aku
berjanji pada diriku untuk gak sedikitpun membiarkan celah untuk kesedihan
masuk. Gak – akan. Aku mau berusaha untuk gak satupun hal ruin my self down. Setidaknya hingga berlarut-larut.
Aku belajar apa arti dari percaya. Percaya akan segala
sesuatu yang akan disediakannya. PADA WAKTUNYA, apapun yang akan Tuhan sediakan
pastinya baik, bukan rancangan kecelakaan melainkan rancangan damai sejahtera. Itu
yang sampai saat ini aku pegang teguh, yang kembali membuat semangatku bangkit.
Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki ekspektasi atau
harapan nya masing-masing, seolah manusia lah yang merancang semua hal dalam
hidup, sudah merencanakan, tapi lupa kalau hidup ini bukanlah kepunyaannya. Manusia
hanya ibarat goresan pinsil, kuas maupun cat, Tuhanlah pelukisnya.
Jadi ketika apa yang sudah kita harapkan tinggi-tinggi,
ternyata gak dapet acc dari Dia? Percayalah. Itu pasti bukan yang terbaik. Kalau
kita paksain, pasti gak akan bertahan lama atau justru malah menimbulkan hal
lain, seperti luka.
Itusih yang aku pelajari ketika aku memaksakan sesuatu
padahal aku seperti sudah mendapat semacam konfirmasi dimana perasaanku gaenak
ketika aku melakukan itu, dan ujungnya memang benar terjadi, hasilnya gak baik.
Bersyukurlah kalau pada saat ini apa yang diharapkan
ternyata gak sesuai dengan kenyataan. Dia hanya sedang menghindarkan
anak-anaknya dari duri, yang mungkin bisa bikin berdarah. Aku membayangkan hal
ini dengan gambaran anak kecil yang berlari di padang rumput tanpa tau
didepannya ada batu, kemudian saat kita melihat itu, pasti kita langsung
menangkap anak itu untuk gak berlari kesana, kemudian anak itu menangis karena
ia masih ingin berlari. Kita seperti anak kecil itu.
Aku terus belajar untuk semakin kuat dan semakin kuat
menghadapi sesuatu, sesuatu yang besar dimulai dengan yang kecil. Kalau udah
lulus dari hal yang kecil, ada sesuatu yang besar pasti akan datang, siapkah
untuk menghadapinya?
Ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, diam dan
tenang, kuasai diri dan mintalah Tuhan menguatkan, dan percaya semua tepat dan
indah pada waktuNya. Bukan waktuku. :)
“He puts a smile on
my face. He’s my God” Psalm 42:11 MSG.


0 komentar:
Posting Komentar