Aku memulai bulan Februari ini dengan badan yang manja, hehehe ya badanku agak tepar.
Kepala, mata, hidung, tenggorokan semua sakit plus mules di perut setiap bulan nya.
Bulan ini bisa disebut bulan tergabut dan gak produktif yang pernah ada,
baru ngerasain godaan orang-orang yang mau nyelesein tugas akhir atau
skripsi itu emang gede banget. Per awal februari aku belum mulai
apa-apa, ibarat lomba lari, aku masih di garis start, masih pasang kuda-kuda. Yaampun, harus ngumpulin niat yang bener-bener dulu, entahlah bulan ini seperti
kehilangan semangat buat ngerjain apapun, termasuk nulis, bikin sesuatu, belajar
sesuatu. Kenapa ya? padahal kalo dipikir-pikir lagi galau
aja enggak, punya pacar enggak, punya masalah enggak, ya mungkin terlalu berada
di comfort zone yang bikin aku terlalu santai, it’s worst sih.
Ya, bulan ini aku harus memulai untuk menyicil tugas akhir ku, cukup bingung ketika memulainya. Suatu permulaan itu butuh dorongan berkali-kali lipat usahanya kan, dan yang harus mendorong siapa lagi kalau bukan diri kita sendiri.
-----------------
Marta, sejauh yang aku tau, dia selalu dibanding-bandingkan dengan saudarinya, Maria.
Marta selalu terlihat bahwa dia adalah sisi yang gak rohani, sedangkan Maria sisi yang rohani. (kalau aku bisa interpretasikan dari cerita ketika Tuhan Yesus berkunjung ke rumahnya)
tapi, seringkali kita mengunderestimate sesuatu atau seseorang tanpa kita tahu keseluruhan cerita atau latar belakangnya.
Singkatnya, lewat Bible Conf. itu aku jadi tau, ketika bisa mengetahui sampai habis keseluruhan ceritanya, aku bisa mendapati kalau Marta, gak seperti yang dibayangkan.
Marta, mengalami pertumbuhan rohani yang jauh lebih besar setelahnya. Marta gak lagi mengeluh.
Satu hal yang sederhana, tapi sebenarnya memperlihatkan perubahan yang besar pada iman nya.
Marta, melayani Tuhan dengan caranya sendiri, dia berubah, bertumbuh hingga bisa melayani dengan sepenuh hatinya tetapi tetap pada bidangnya sendiri.
Aku bisa mempelajari bahwa, dalam melayani Tuhan, apapun kita, sebagai apapun kita, tetap pada panggilan kita sendiri yang sudah Dia berikan, kerjakan dengan sepenuh hati.
"There is no greater calling than being faithful to the task that God has given to you"
-----------------
Ketika aku bisa mengkaitkan ini kedalam kehidupanku, khususnya saat ini, aku bisa mendapati bahwa inilah sesuatu yang udah Dia anugerahkan untukku. Perkuliahanku. Disinilah aku harus melayani Nya. Aku harus mempertanggungjawabkan panggilan ini dengan baik, termasuk dengan waktu yang sudah diberikan. Aku gak boleh terus menerus membuang waktu untuk hal yang gak penting, bermalas-malasan misalnya. Waktu yang sudah diberikan untuk aku fokus dengan tugas akhirku harus aku pergunakan dengan baik, dengan sikap yang baik. karena ketika mempergunakan waktu dengan baik, untuk hal yang sudah dipercayakan, ituah bentuk hormat dan rasa syukur padaNya.


0 komentar:
Posting Komentar